Ketua Titik Wonokromo (2024)
Nadia Tasya
Memimpin kegiatan anak di titik Wonokromo, termasuk social project bertema lingkungan bersama mahasiswa pada Mei 2024.

Tentang Kami
WEPOSE INDONESIA Organization for Children, dari We're Different but One Purpose, adalah komunitas peduli anak yang berdiri pada 24 Oktober 2019 di Surabaya.
Festival Kampung Ramah Anak SUARA, Balai RW 15 Medokan Ayu, Rungkut, 25 Oktober 2025
Profil Singkat
WEPOSE INDONESIA Organization for Children (We're Different but One Purpose)
Cara kerja kami tidak berubah sejak hari pertama: kakak pendamping datang ke titik binaan setiap pekan, mengajar, bermain, dan mencatat perkembangan anak. Hari ini pendampingan berjalan di tujuh titik binaan: Wonokromo, Taman Baca Wepose, Dupak Magersari, Keputran, SD Dumas, Rangkah, dan Kampung Nelayan.
Setiap tahun, anak anak dari semua titik berkumpul di Festival Anak Surabaya untuk tampil, menyampaikan Deklarasi Hak Anak, dan menerima beasiswa anak binaan. Di luar belajar rutin, pendampingan berjalan lewat enam belas program, dari taman baca dan calistung sampai cek kesehatan gratis dan pelatihan remaja.
2019
Tahun berdiri
24 Oktober 2019, Surabaya
7
Titik binaan aktif
Wonokromo sampai Kampung Nelayan
16
Program pendampingan
Belajar rutin, festival, kampanye, layanan
12
Liputan media terdokumentasi
Media cetak, daring, dan televisi
Angka organisasi per November 2026
Pendirian
WEPOSE berawal pada 24 Oktober 2019 dari tugas kerja lapangan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Tabitha Neema Christy bersama rekan rekan sesama mahasiswa turun langsung ke kampung kampung marginal untuk memetakan kondisi anak anak di sana.
Di lapangan, mereka menemukan banyak anak yang belum bisa membaca dan menulis. Temuan itu tidak berhenti sebagai laporan tugas. Mereka mulai mengajar baca, tulis, dan hitung di luar jam sekolah, dan Taman Baca Wepose dibuka sebagai ruang belajar pertama kami.
Dari ruang belajar pertama itu, pendampingan tumbuh ke empat titik awal di Surabaya. Nama WEPOSE kami ambil dari We're Different but One Purpose, kami berbeda beda tetapi satu tujuan, dan moto kami adalah Kita Beda Kita Kerjasama.
Komunitas yang berawal dari tugas kuliah ini terus berjalan dan bertumbuh. Pada Februari 2025, WEPOSE resmi berbadan hukum sebagai perkumpulan dan memakai nama Komunitas WEPOSE Indonesia.
Empat titik awal kami
Perjalanan Kami
2026
WEPOSE Indonesia mendampingi anak di tujuh titik binaan di Surabaya: Wonokromo, Taman Baca Wepose, Dupak Magersari, Keputran, SD Dumas, Rangkah, dan Kampung Nelayan, dengan program yang berjalan dari belajar rutin sampai festival tahunan.

Founder
Lulusan Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya angkatan 2019, asal Riau, kini Konselor PPA di DP3APPKB Kota Surabaya. Ia mendirikan WEPOSE pada 24 Oktober 2019 dari tugas kerja lapangan kuliah, setelah menemukan banyak anak marginal di Surabaya yang belum bisa membaca dan menulis.
“Jika punya banyak harta, membantu orang memang mudah. Tapi jika kamu hanya punya sedikit dan masih bisa menyisihkan untuk orang lain, itu baru luar biasa.”
Tabitha Neema Christy, Founder WEPOSE Indonesia
Pendiri dan Para Penggerak
Tabitha mendirikan WEPOSE bersama lima rekan sesama mahasiswa Psikologi UKWMS, semuanya anak perantau di Surabaya. Merekalah yang pertama turun ke kampung kampung marginal, menemukan anak anak yang belum bisa membaca dan menulis, lalu mulai mengajar dan membuka Taman Baca Wepose.
Reynaldi Sutedjo
Rekan Inisiator
Pricilia Imanuella Dara
Rekan Inisiator
Anastasia Runtu
Rekan Inisiator
Wilhelmina Tsolme
Rekan Inisiator
Visi Kalalo
Rekan Inisiator
Ketua Titik Wonokromo (2024)
Memimpin kegiatan anak di titik Wonokromo, termasuk social project bertema lingkungan bersama mahasiswa pada Mei 2024.
Di titik binaan, anak anak didampingi kakak relawan yang datang bergantian setiap pekan.
Sehari di Titik Binaan
Anak anak yang baru mulai belajar membaca berlatih calistung bersama kakak asuh: bunyi huruf, kata, lalu kalimat. Anak yang sudah lancar membaca dari koleksi Taman Baca Wepose atau mengerjakan materi sekolah bersama kakak pendamping.
Di sela belajar, ada permainan dan cerita. Pendampingan di titik binaan dibuat berbeda dari sekolah formal: anak berani bertanya, berani bercerita, dan berani tampil.
Pola ini berulang di semua titik binaan, dari Wonokromo sampai Rangkah: belajar rutin, bermain, dan pulang dengan satu hal baru.

Legalitas
WEPOSE Indonesia adalah perkumpulan berbadan hukum. Pendiriannya disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU-000975.AH.01.07.Tahun 2025.
SK No. AHU-000975.AH.01.07.Tahun 2025